Jumat, 13 Mei 2011

VALENSI DAN BILANGAN OKSIDASI


Untuk mengerti koposisi senyawa Dan struktur molekul-molekul mereka, konsep valensi memainkan peranan peting. Bila kita memandang rumus empiris berbagai zat, timbul pertanyaan :Adakah suatu kaidah mengenai jumlah atom yang dapat membentuk suatu molekul yang stabil ? Untuk mengerti ini , marilah kita teliti beberapa senyawa sederhana yang mengandung hydrogen. Misalnya, hydrogen klorida (HCL), hydrogen Bromida (HBr), hydrogen iodide (HI), air (H2O), hydrogen sulfide (H2S), ammonia (H3N), fosfina (H3P), metana (H4C) dan silana (H4Si), Dengan menbanding –bandinkan rumus-rumus ini, akan Nampak bahwa satu atom dari sebagian unsur (seperti Cl, Br dan I) akan mengikat satu atom hidrogen untuk suatu senyawa yang stabil, sedang yang lain-lainnya bergabung dengan dua atom (O,S), tiga ato (N,P), dan bahkan dengan empat atom(C,Si), Jumlah ini, yang menyatakan salah satu ciri khas kimia yang paling dari unsur itu,disebut valensi.Maka, dapat di katakan, bahwa klor, brom, dan iod, adalah unsur-unsur bivalen, nitrogen dan fosfor, unsure trivalen,karbon dan silicon, unsur tetravalent, dan seterusnya. Hidrogen sendiri adalah unsur monovalen.
Dari sini jelaslah, bahwa valensi suatu unsur dapat ditetapkan dari komposisi senyawa nya dengan hidrogen. Beberapa unsur , misalnya beberapa logam, sama sekali tak bergabung dengan hidrogen. Karena itu valensi unsur-unsur demikian hanya dapat di tentukan secara tak langsung, dengan memeriksa komposisi senyawa-senyawa mereka yang terbentuk dengan klor atau oksigen dan menghitung beberapa atom hidrogen yang digantikan oleh unsur-unsur ini.Jadi, dari rumus magnesium oksigen (MgO) dan magnesium klorida (MgCl2), kita dapat berkesimpulan bahwa magnesium adalah logam bivalen, sama halnya dari komposisi aluminium klorida (AlCl3) atau aluminium oksida(Al2O3), jelaslah bahwa aluminium adalah logam bervalensi logam bervalensi tiga, dan seterunya.
Sebagai kesimpulan dapat di katakan bahwa valensi suatu unsur adalah bilangan yang menyatakan beberapa banyak atom hidrogen atau atom-atom lain yang eukivalen dengan hidrogen, dapat bersenyawa dengan satu atom dari unsur yang bersangkutan’ kalau perlu, valensi unsure itu di tandai dengan angka romawi di belakang lambangnya, seperti Cl(I), Br(I), N(III) atau sebagai superskrip, seperti ClI, BrI NIII, dan seterusnya.

Beberapa unsur , seperti hidrogen,atau logam-logam alkali, Nampak selalu mempunyai valensi yang sama dalam semua senyawanya.Namun, unsur-unsur lain menunjukkan valensi yang berbeda-beda; Misalnya, klor bias mono-, tri-,penta-,atau hepta-valen dalam senyawanya. Ternyata,senyawa-senyawa dari unsur yang sama dengan valensi yang berbeda-beda, menunjukkan ciri-ciri khas fisika dan kimia yang berbeda-beda.

RUMUS BANGUN

Dengan menggunakan kosep valensi, komposisi senyawa dapat dinyatakan dengan rumus strukrutur (rumsu bangun). Setiap valensi dari suatu unsur bias dianggap sebagai sebuah lengan atau kait, melalui mana ikatan-ikatan terbentuk.Tiap valensi dapat di gambarkan sebagai satu garis tungal yang di lukis keluar dari lambang unsur itu, seperti

H— Cl—

Rumus struktur senyawa-senyawa dapat dinyatakan dengan garis-garis yang dilukis antara atom-atom, seperti

H—Cl H—O—H

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar